Memori yang Terbuang dan Digandakan
Sebanyak apa aku menggandakan memoriku itu, mungkin takkan berguna bagi hidupku. Mungkin takkan bisa mengubah nasibku. ya..untuk apa aku mengopy paste semua memori indahku jika orang yang benar-benar dapat menikmati memori ini hanya tinggal diriku sendiri. tak lagi bersamanya..
Malam ini (atau sebenarnya setiap hari) aku merasa sangat merindukan manusia menyebalkan itu. kulihat foto-foto yang ada di facebooknya, ya sekedar untuk melepas rindu (ga lepas-lepas). supaya bisa tersenyum mengenangnya. tetapi selalu saja yang kutemukan hanya kesedihan di sana. semua memori tentang diriku (foto) tak ada lagi di sana. wajarlah mungkin karena akan ada yang marah atau mungkin akan menjadi tidak laku (tidak didekati pria lain) jika kisah ini masih membekas.
tak apalah..aku melihat semua fotonya. perasaannya pun bermacam-macam. mulai dari senang karena bisa melihatnya lagi meskipun hanya foto, terkagum-kagum kecantikannya, mengingat peristiwa-peristiwa, tertawa dan ingin mengejek saat melihat mukanya yang culun, sampai jengkel melihat fotonya bersama cowok lain. ya saat itu dia pamitan mau pergi jalan-jalan bersama mbak kos…tak tahunya dia bersama cowok itu juga. emang ga boong sich. tapi bisa kompak banget sampe celana aja sama bolongnya. padahal dia ga pernah pake celana itu (*wkwkwk ya ini hanya ungkapan kekesalan, kecewa, dan penyesalan orang yang telah kalah perang…haha..)
tetapi kini aku telah berubah. kadang aku ingin membuat pengakuan di hadapannya. menceritakan bahwa aku telah banyak berubah. aku bisa menjadi dirinya yang bisa memendam segala perasaanku. tidak reaktif. aku juga telah bisa menerima kalau aku memang kalah jika dibandingkan cowok itu. aku memang salah terhadap dirinya. aku memang tak pantas.
ya kalau dia bisa bahagia saat menyakiti aku. mengapa tidak aku terima? memang cinta butuh pengorbanan lebih dari sekedar nyawa. pengorbanan apa yang lebih dari sekedar nyawa? ya..penderitaan seumur hidup. mending mati ditembak pistol dari pada mati karena tetanus tertusuk keris.
meskipun dengan pengorbanan kita tidak mendapatkan balasan cinta, itu tidak masalah. paling tidak dia bahagia karena kita pergi dan kita bahagia karena di dalam pergi kita telah mencintainya.
kembali ke soal foto. seingatku dulu dia tak mau menghapus foto-foto kami. aku bilang “hapus aja tar kamu malah ga di deketi cowok lho!” tetapi dia ngotot untuk mempertahankannya. tapi entah sejak kapan dia berubah pikiran. kalau tak salah dulu nama albumnya “aku dan lelakiku”. ya semua telah hilang begitu juga aku di hatinya.
bodohnya, aku justru memampang foto di header blog ini. sungguh sangat ironis. tetapi tak masalah, jika memang dia keberatan aku akan menghapusnya. tetapi jika tidak, biarlah seperti ini.
Dia membuang memori itu, aku justru melipat gandakan ingatanku.
Dia mengabaikan perasaan cintaku itu, aku justru melipat gandakan cinta itu..
…
Masih malam ini..
Malam seperti malam-malam biasanya..
Setiap hari..
Dan akan terus seperti ini…
Hingga suatu saat nanti sang bidadari menjemputku atau ajalku…
rindu
jauh dari keluarga..jauh dari teman jauh dari kekasih…tetapi satupun tak ada yang mengharapkan aku kembali. aku hanya ingin kamu bilang rindu, aku hanya ingin kamu billang sayang. aku yakin itu tak membuat aku tak bersemangat di sini..tetapi justru akan membuat semakin semangat untuk menyelesaikan tugas ini pulang dan bertemu dirimu. jangan rubah sikapmu…