Posts tagged “yesica

Memori yang Terbuang dan Digandakan

Sebanyak apa aku menggandakan memoriku itu, mungkin takkan berguna bagi hidupku. Mungkin takkan bisa mengubah nasibku. ya..untuk apa aku mengopy paste semua memori indahku jika orang yang benar-benar dapat menikmati memori ini hanya tinggal diriku sendiri. tak lagi bersamanya..

Malam ini (atau sebenarnya setiap hari) aku merasa sangat merindukan manusia menyebalkan itu. kulihat foto-foto yang ada di facebooknya, ya sekedar untuk melepas rindu (ga lepas-lepas). supaya bisa tersenyum mengenangnya. tetapi selalu saja yang kutemukan hanya kesedihan di sana. semua memori tentang diriku (foto) tak ada lagi di sana. wajarlah mungkin karena akan ada yang marah atau mungkin akan menjadi tidak laku (tidak didekati pria lain) jika kisah ini masih membekas.

tak apalah..aku melihat semua fotonya. perasaannya pun bermacam-macam. mulai dari senang karena bisa melihatnya lagi meskipun hanya foto, terkagum-kagum kecantikannya, mengingat peristiwa-peristiwa, tertawa dan ingin mengejek saat melihat mukanya yang culun, sampai jengkel melihat fotonya bersama cowok lain. ya saat itu dia pamitan mau pergi jalan-jalan bersama mbak kos…tak tahunya dia bersama cowok itu juga. emang ga boong sich. tapi bisa kompak banget sampe celana aja sama bolongnya. padahal dia ga pernah pake celana itu (*wkwkwk ya ini hanya ungkapan kekesalan, kecewa, dan penyesalan orang yang telah kalah perang…haha..)

tetapi kini aku telah berubah. kadang aku ingin membuat pengakuan di hadapannya. menceritakan bahwa aku telah banyak berubah. aku bisa menjadi dirinya yang bisa memendam segala perasaanku. tidak reaktif. aku juga telah bisa menerima kalau aku memang kalah jika dibandingkan cowok itu. aku memang salah terhadap dirinya. aku memang tak pantas.

ya kalau dia bisa bahagia saat menyakiti aku. mengapa tidak aku terima? memang cinta butuh pengorbanan lebih dari sekedar nyawa. pengorbanan apa yang lebih dari sekedar nyawa? ya..penderitaan seumur hidup. mending mati ditembak pistol dari pada mati karena tetanus tertusuk keris.

meskipun dengan pengorbanan kita tidak mendapatkan balasan cinta, itu tidak masalah. paling tidak dia bahagia karena kita pergi dan kita bahagia karena di dalam pergi kita telah mencintainya.

kembali ke soal foto. seingatku dulu dia tak mau menghapus foto-foto kami. aku bilang “hapus aja tar kamu malah ga di deketi cowok lho!” tetapi dia ngotot untuk mempertahankannya. tapi entah sejak kapan dia berubah pikiran. kalau tak salah dulu nama albumnya “aku dan lelakiku”. ya semua telah hilang begitu juga aku di hatinya.

bodohnya, aku justru memampang foto di header blog ini. sungguh sangat ironis. tetapi tak masalah, jika memang dia keberatan aku akan menghapusnya. tetapi jika tidak, biarlah seperti ini.

Dia membuang memori itu, aku justru melipat gandakan ingatanku.

Dia mengabaikan perasaan cintaku itu, aku justru melipat gandakan cinta itu..

Masih malam ini..

Malam seperti malam-malam biasanya..

Setiap hari..

Dan akan terus seperti ini…

Hingga suatu saat nanti sang bidadari menjemputku atau ajalku…


Perpus Lagi

dahulu kala pada masa dinasti pindho yang lama (hahaha), saya harus ke perpus. namun mungkin memiliki alasan yang tidak sama dengan yang saya lakukan sekarang. dulu saya ke perpus dengan alasan:

1 .tak punya banyak teman dekat

2.kuliah pagi dan sore jaraknya yang sangat jauh

3.ada orang yang bisa saya temui di perpus (*wkwkwk…ini misteri

ya..saya harus menunggu jam kuliah sore tetapi karena rumah saya cukup jauh maka saya pergi ke perpus untuk menghabiskan banyak waktu. kenapa bukan kos temen? saya bukan tipe orang yang memiliki teman dekat atau yang bisa kita sering sebut “sahabat”. saya punya teman banyak tetapi saya tidak pernah bisa sangat dekat dengan mereka.

ya…oleh karena itu saya memilih perpus. katanya kan buku adalah jendela. makanya banyak jendela kita tidak akan kepanasan (*perpus ada AC nya..hehehe

selain itu saya akui jujur saya bisa bertemu dengan orang yang saya idolakan. tapi dulu. kami sering berpapasan di perpus meskipun tak pernah mengobrol. hanya berawal dari ajakan dia untuk menemaninya ke perpus, berlanjut dengan ketagihan ke perpus gara-gara dia.

tetapi yang terjadi sekarang lain. kewajiban atau hak untuk menyelesaikan kuliah harus dimulai dari perpus. huft. ini kedua kalinya aku masuk perpus baru setelah saat itu (*baca lagi: Jumat yang tak terlupakan).  mengembalikan buku (artinya malam ini musti selesai bikin proposal yang teorinya dari buku ini dan besok harus bayar denda), mungkin sedikit membaca skripshit, dan berharap sedikit terhibur dengan bertemunya (*kalau yang ini ga wajib…hehehe..)

ya semoga saya tidak menjadi penjaga perpus…karena saya mudah masuk angin…hehe….

salam masuk angin dari saya ^^


What do I do?

For every step I send you away my tears flow

For every step that you go away my tears flow again

You’re going to place where I can’t reach even if spread myhands

But unable to find you and I stand here crying

.

What do I do? What do I do?

You are going away

What do I do? What do I do?

You’re leaving me here

I love you, I love you

Even if I call it out

You can’t hear it,

Because I’m only yelling it inside my heart

.

All day I try to erase you, but I remember you

All day I say goodbye, but I only remember you

You’re going to place where I can’t reach even if spread myhands

But unable to find you and I stand here crying

.

What do I do? What do I do?

You are going away

What do I do? What do I do?

You’re leaving me here

I love you, I love you

Even if I call it out

You can’t hear it,

Because I’m only yelling it inside my heart

.

What do I do? What do I do?

You’re the only one for me

What do I do? What do I do?

You are going away (“The brightest image of all I’ll take it with me”)

What do I do? What do I do?

You’re leaving me here

I love you, I love you

Even if I call it out

You can’t hear it,

Because I’m only yelling it inside my heart

.

“You’re listening, right? I can’t see you because it’s too bright up here, and too dark where you are. I’m asking you not be where I can’t see you! Come to where I can see you. Give me permission to see you.”

.

“I’ll tell you everyday, so listen carefully, I LOVE YOU!”

.

.

(*translated from the Korean film theme song, “You’re Beautiful”)


rindu

jauh dari keluarga..jauh dari teman jauh dari kekasih…tetapi satupun tak ada yang mengharapkan aku kembali. aku hanya ingin kamu bilang rindu, aku hanya ingin kamu billang sayang. aku yakin itu tak membuat aku tak bersemangat di sini..tetapi justru akan membuat semakin semangat untuk menyelesaikan tugas ini pulang dan bertemu dirimu. jangan rubah sikapmu…


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 253 pengikut lainnya.